Kamis, 01 Desember 2016

HAJI WADA'



Apasih yang di namakan dengan HAJI WADA’ ??
v  Haji Wada’ (haji pamitan)
Pada bulan ke-11 tahun ke 10 H, Nabi Muhammad SAW mengumumkan kepada seluruh masyarakat madinah bahwa beliau akan memimpin ibadah haji. Berita tersebut juga di kirim kepada seluruh suku yang berdiam di Jazira Arab. Pada tanggal 25 Dzulqaidah (23 febuari 632 M) Rasulullah SAW meninggalkan madinah. Sekitar 100.000 jama’ah turut menunaikan haji termasuk seluruh istrinya.
Pada hari tarwiyah (menyediakan air), tanggal 8 Dzulhijjah, Nabi pergi ke Mina, keesokan subuhnya 22ia berangkat lagi menuju Gunung Arafah. Kaum muslimin mengikutinya sambil mengucapkan talbiyah (           Labbaika Allahumma Labaika) dan takbir. Nabi berhenti di Namirah  (sebuah desa di sebelah timur Arafah) untuk berkemah. Setelah matahari tergelincir, beliau berangkat menuju wadi’ di wilayah uran. Di tempat inilah Nabi Muhammad SAW menyampaikan khutbahnya yang sangat bersejarah. Setelah mengucapkan syukur dan puji kepada Allah SWT , Nabi mengucapkan khutbahnya dengan diselingi jeda pada setiap kalimat berikut ini.
                Wahai manusia, perhatikanlah kata-kata ku ini, aku tidak tahu kalau sesudah tahun ini, dalam keadaan seperti ini, tidak lagi bertemu dengan kamu sekalian.
                Saudara-saudara, sesungguhnya darah dan harta kamu adalah suci buat kamu sampai datang waktunya kamu sekalian menghadap Tuhan. Kamu pasti akan menghadap Tuhan, pada waktu itu akan di minta pertanggung jawaban atas segala perbuatanmu.
                Barang siapa telah diserahi amanat, tunaikanlah amanat itu kepada yang berhak menrimanya. Sesungguhnya semua riba sudah tidak berlaku, tetapi kamu berhak menerima kembali modal kamu. Janganlah kamu berbuat aniaya terhadap orang lain dan jangan pula dianiaya.
                Hari ini nafsu setan yang minta di sembah di negeri ini sudah putus asa untuk selamanya, tetapi kalau kamu turutkan dia, walaupun dalam hal yang kamu anggap kecil, yang berarti kamu merendahkan segala pernbuatanmu, niscaya akan senanglah dia. Oleh, karena itu peliharalah agamamu ini dengan baik-baik.
                Saudara-saudara, seperti halnya kamun mempunyai hak atas istri kamu,maka istri kamu mempunyai hak atas dirimu. Hak aku atas mereka ialah untuk tidak mengizinkan orang yang tidak kamu sukai menginzakkan kaki ke atas lantaimu, dan janganlah sampai mereka terang-terangan melakukan perbuatan keji. Berlaku baiklah terhadap istri kamu, mereka itu kawan yang membantumu, mereka tidak memiliki sesuatu untuk diri mereka. Kamu mengambil mereka sebagai amanah Tuhan, dan kehormatan mereka di halalkan untuk kamu dengan nama Tuhan.
ssssteguh, kamu tidak akan sesat selama-lamanya yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasulullah, sesungguhnya setiap muslim itu saudara muslim yang lain, dan semua kaum muslim itu bersaudara, akan tetapi, seseorang tidak di benarkan mengambil sesuatu dari saudaranya kecuali jika diberikan kepadanya dengan senang hati. Janganlah kamu menganiaya diri sendiri.
                Katakanlah kepada mereka bahwa darah dan harta kamu di sucikanoleh Tuhan, seperti hari ini yang suci sampai datang masanya kamu sekalian menghadapTtuhan.”
Setelah itu semua, Nabi Muhammad SAW kemudia bertanya kepada seluruh jama’ah .
“sudahkah aku menyampaikan amanah Allah, kewajibanku, kepada kamu sekalian?
Jama’ah yang ada di hadapannya segera menjawab: Ya memang demikian adanya’ Nabi Muhammad SAW kemudia menengadah ke langit sambil mengucapkan “Ya Allah engkau menjdi saksiku”.
Setelah asar,Nabi Muhammad SAW berangkat ke Mina.
Dua bulan setelahmenunaikan Haji Wada’ Nabi Muhammad SAW menderita demam. Nabi Muhammad SAW telah memimpin shalat berjama’ah walaupun kondisi badannya lemah. Ketika badannya sangat lemah, sekitar 3 hari menjelang wafatnya, Nabi Muhammad SAW tidak bisa mengimami shalat berjama’ah. Nabi Muhammad SAW menunjuk Abu Bakar sebagai penggantinya menjadi Imam Shalat. Semakin hari tenaganya terus menurun, dan pada hari Senin 12 Rabiul Awal 11 8/8 Juni 632M Nabi Muhammad SAW. Wafat di rumah istrinya Aisyah.

kONDISI MASYARAKAT MAKKAH SEBELUM ISLAM DATANG



Inilah kondisi masyarakat makkah sebelum islam datang dari 4 aspek yaitu kepercayaan, sosial, ekonomi dan politik.


A.      Kepercayaan Masyarakat Sebelum Islam.
Masyarakat makkah pada awalnya adalah penganut agama tauhid yang di bawa oleh nabi ibrahim as. Kemudian dilanjutkan oleh putranya nabi ismail as. Perjalanan hidup nabi ibrahim, istrinya siti hawa, dan putranya nabi ismail melahirkan beberapa syariat islam dan kebudayaan yang sampai sekarang masih terpelihara. Seperti ka’bah, makam ibrahim, dan peristiwa qurban.bahkan proses perjalanan kehidupan keluarga ini di tiru  dan di snyembah simulasikan oleh umat islam dalam bentuk manasik haji. Manasih haji merupakan rangkaian dari usaha ketika seorang makhluk dalam mendekatkan diri kepada ALLAH SWT.
                Ketika terputus kerasullan setelah nabi ismail as, masyarakat makkah mulai pindah menyembah selain Allah. Proses perpindahan kepercayaan itu berawal dari Amir bin Lubai seorang pembesar suku Khuza’ah, pergi ke syam (syiriah). Dia melihat penduduk kota syam melakukan ibadah dengan menyembah berhala. Dia tertarik untik mempelajari mempraktekkannya di makkah . dia membawa berhala yang dinamai Hubal dan di letakkan di  ka’bah. Berhala Hubal menjadi pimpinan berhala yang lain seperti latta, uzza dan manat.
                Dia mengajarkan kepada masyarakat makkah cara menyembah berhala. Sehingga masyarakat menyakini bahwa berhala adalah perantara untuk mendekatkan diri kepada tuhannya. Sejak itulah mereka mulai membuat berhala-berhala sehingga mencapai 360 berhala mengelilingi ka’bah. Dan mulailah kepercayaan baru masuk ke masyarakat makkah dan kota makkah menjadi pusat penyembahan berhala.
B.      Kondisi Sosial Masyarakat Makkah Sebelum Islam.
Bangsa arab memiliki karakter positif seperti pemberani, ketahanan fisik, kekuatan
               Daya ingat , hormat akan harga diri dan martabat, penganut kebebasan, loyal terhadap 
                Pimpinan . pola hidup sederhana, ramah, ahli syair dan sebagainya. Tapi karakter baik
                Mereka terkikis oleh kejahiliyahan mereka.
Tradisi yang terburuk di masyarakat arab adalah mengubur anak- anak perempua mereka hidup- hidup. Merek merasa terhina dan malu memiliki anak perempuan dan marah bila istrinya melahirkan anak perempuan. Mereka yakin bahwa anak perempuan akan membawa kemiskinan dan kesengsaraan.
C.      Kondisi Ekonomi Masyarakat Makkah.
bangsa arab memiliki mata pencaharian di bidang perdagangan, pertanian, dan
peternakan. Peternakan menjadi sumber kehidupan bagi Arab badui. Bagi masyarakat perkotaan, peternakan menjadi sumber kehidupan mereka. Adapun masyarakat perkotaan yang tinggal di daerah subur seperti yaman, thaif, madinah, nadj, khaibar atau yang lainnya, mereka menggantungkan pada sumber kehidupan pertanian. Suku Quraisy merupaka penduduk makkah yang memegang peranan perniagaan di Jazirah Arab.
D.      Kondisi Politik Masyarakat Arab sebelum Islam.
Sebelum kelahiran islam, ada tiga kekuasaan politik besar yang mempengaruhi politik arab, yaitu kekaisaran Nasrani Byzantin, kekaisaran Persia yan g memeluk agama Zoroaster, serta dinasti Himyar yang berkuasa di arab bagian selatan.

Hijrahnya nabi kita yaitu Nabi Muhammad SAW..



Hijrahnya nabi kita yaitu Nabi Muhammad SAW..
A.      Pengertiah Hijrah
Hijrah menurut bahasa berarti meninggalkan, menjauhkan diri dan berpindah tempat. Seseorang dikatakan hijrah jika sudah memenuhi 2 syarat yaitu, yang pertama ada sesuatu yang ditinggalkan dan kedua ada sesuatu yang di tuju (tujuan). Dalam konteks sejarah hijrah, hijrah adalah kegiatan perpindahan yang di lakukan oleh Nabi Muhammad saw bersama para sahabat beliau dari Mekkah ke Madinah, dengan tujuan mempertahankandan menegakkan risalah Allah, berupa Akidah dan
Secara garis besar hijrah terdiri dari dua macam yaitu :
1.       Hijrah Makaniyah
Hijrah Makaniyah y aitu meninggalkan suatu tempat selama masa kenabiyan, peristiwa hijrah makaniyah telah terjadi 3 kali yaitu:
a.       Hijrah ke Habasya
Hijrah ke habasya sebagai hijrahpertama adalah hijrah yang di lakukan oleh sebagian sahabat Nabi saw. Mereka neninggalkan mekkah menuju ke habasyah (Abbesinia, Ethiopia) dalam rangka mencari tempat yang lebih aman, karena di mekkah kaum musyrikin terus melakukan tekanan, intimidasi, dan tribulasi kepada para pengikut Nabi saw. Hijrah Habasyah terjadi 2 kali. Nabi muhammad tidak ikut serta hijrah ke habasyah.
b.      Hijrah ke Thaif
Hijrah ke thaif sebagai hijrah ke dua adalah hijrah yang di lakukan oleh Nabi Muhammad saw. Nabi Muhammad saw meninggalkan mekkah menuju ke thaif karena kaum musyrikin semakin meningkatkan intimidasinya terhadap diri beliau, setelah Abu Thalib – paman dan sekaligus penjamin beliau, telah meninggal. Namun setelah sampai di Thaif, ternyata Nabi Muhammad saw justru diusir oleh para penduduknya.
c.       Hijrah ke Madinah (yasrib)
Hijrah yang ketiga adalah hijrah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw. Dan para sahabatnya. Hijrah ke yasrib yang telah di ubah namanya menjadi Madinah, memberikan harapan besar kepada masa depan dakwah islam. Rasulullah saw bersama para sahabatnya berhijrah dari Makkah ke Yatsrib – yang belakangan kemudian di ubah namanya oleh Nabi saw menjadi Madinah. Hijrah ini di lakukan pada tahun ke-13 kenabian (622M).
2.       Hijrah Maknawiyah
Hijrah Maknawi pengertiannya di tegaskan oleh Nabi Muhammad saw dalam hadits nya “ seorang muslim adalah seseorang yang menghindari menyakiti muslim lainnya dengan lidah dan tangannya. Sedangkan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan semua apa yang dilarang oleh Allah.” (shahih Al Bukhari, Kitabul Imam, Bab 4 Hadits No 10)
Secara maknawiyyah hijrah di bedakan menjadi 4 macam yaitu :
a.       Hijrah I’tiqadiyah yaitu hijrah keyakinan.
b.      Hijrah Fikriyah.
c.       Hijrah Syu’uriyyah.
d.      Hijrah Sulukiyyah
Peristiwa hijrah menjadi nama kalender islam yang di tetapkan pertama oleh Khalifah Umar bin Khatab ra, sebagai jawaban atau surat gubernur Abu Musa Al-As’ari. Khalifah umar menetapkan tahun hijriyah untuk menggantikan penanggalan yang di gunakan bangsa Arab sebelumnya. Khalifah Umar memilih peristiwa hijrah sebagai kalender islam, karena Hijrah Rasulullah saw dan para sahabat dari Mekkah ke Madinah merupakan peristiwa paling monumental dalam perkembangan dakwah.

pengertian drama



Apasih itu DRAMA ???????????

Drama merupakan karya sastra yang mengisahkan kehidupan manusia melalui dialog dan gerak di atas pentas. Dramapun dapat dikatakan memindahkan kehidupan sehari- hari ke atas pentas.

1.       Unsur unsur pembentukan Drama
Drama merupakan bentuk karya sastra yang berbeda di bandingkan pr0sa dan puisi.
Selain unsur-unsur intrinsik, drama memiliki unsur yang tidak terdapat pada bentuk sastra lain, yaitu adanya gerak, dialog, dan pentas/ panggung. Untuk lebih jelasnya, akan di uraikan di bawah tentang unsur-unsur drama, yaitu:
·         Naskah : teks yang berisi sumber cerita yang akan di lakukan.
·         Pelaku  : pemain atau tokoh yang melakonkan cerita.
·         Pentas  : latar, panggung, atau tempat pertunjukan beserta perlengkapannya.
·         Kostum : pakaian yang di gunakan sesuai karakter tokoh.
·         Prolog   : pengantar cerita.
·         Dialog   : percakapan antar tokoh.
·         Epilog   : penutup cerita (kesimpulan)
·         Adegan: bagian cerita atau gerakan yang ada dalam babak.
·         Babak  : disebut juga episode, yaitu kumpulan beberapa adegan .
·         Akting : petunjuk tingkah laku yang harus di lakukan oleh tokoh.
·         Mimik : perubahan raut wajah atau gerakan yang mengiringi pengucapan kalimat.
2.       Unsur Dialog, peristiwa, Pelaku dan Perwatakannya, serta Konflik.
a.       Dialog
Dialog adalah percakapan antara tokoh dalam sebuah peristiwa berdasarkan perannya. Selain gerak, dialog merupakan unsur yang membedakan karya drama dengan karya sastra lainnya. Konflik cerita, karakter tokoh, latar, dan alur cerita dapat kita ketahui dari dialog. Dengan kata lain, melalui dialog antar tokoh kita dapat mengetahui banyak hal tentang pementasan drama yang kita saksikan.
Beberapa fungsi dialog antara lain:
-          Menyampaikan ide, fakta, atau informasi bagi penonton.
-          Menggerakkan alur cerita.
-          Memberi kejelasan watak tokoh.
-          Melukiskan tempat, waktu dan suasana serta
-          Mengungkapkan tema cerita.
b.      Peristiwa
Peristiwa dalam sebuah drama adalah kejadian yang berlangsung dalam suatu adegan. Suatu peristiwa dapat di amati melalui kehadiran tokoh, dialog dan gerak tokoh, perpindahan latar, atau pergantian kostum tokoh. Perpindahan satu peristiwa ke peristiwa lain membentuk urutan peristiwa atau yang disebut juga alur cerita (plot). Jadi tahapan alur dalam drama biasanya di tandai oleh adanya peristiwa yang melibatkan kehadiran tokoh.
c.       Pelaku dan Perwatakan.
1)      Pelaku
Pelaku adalah pemain atau pemeran atau tokoh yang melakonkan cerita. Berdasarkan perannya, pelaku dibagi menjadi, pelaku utama, pelaku pembantu dan pelaku tambahan.
2)      Perwatakan
Perwatakan adalah cara pengarang menggambarkan tokoh-tokohnya. Seorang tokoh dapat di deskripsikan berwatak baik, jahat, pemberani, pemarah, penakut, dll.
d.      Konflik
Konflik adalah pertikaian atau pertentangan antara dua karakter yang berbeda. Konflik merupakan unsur inti dari sebuah cerita.